Belitung (NUSAKITA) β Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan potensi nilai ekonomi luar biasa yang terkandung dalam logam tanah jarang (rare earth) di wilayah Bangka Belitung. Dalam sebuah pernyataan terbaru yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada hari Senin, 6 Oktober 2025, Prabowo menyebutkan bahwa dari limbah enam smelter tambang ilegal yang kini telah dikuasai oleh negara terdapat kandungan tanah jarang jenis monasit yang satu tonnya dapat mencapai nilai hingga 200.000 Dollar AS atau sekitar ratusan triliun rupiah.
Potensi Besar Logam Tanah Jarang di Bangka Belitung
Limbah tambang ilegal yang selama ini belum diolah secara optimal ternyata menyimpan harta karun bernilai tinggi. Monasit yang ditemukan pada limbah limpahan dari smelter-smelter ilegal tersebut memiliki unsur tanah jarang yang sangat bernilai dan oleh Presiden Prabowo dianggap sebagai aset strategis negara yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin.
Apa Itu Tanah Jarang dan Monasit?
Tanah jarang adalah kelompok 17 elemen kimia yang memiliki kegunaan utama dalam teknologi tinggi dan industri modern. Salah satu jenis mineral tanah jarang adalah monasit, mineral fosfat yang kaya akan unsur tanah jarang terutama cerium, lanthanum, neodymium, dan thorium. Nilai ekonomi monasit cukup tinggi karena penggunaannya yang penting dalam produksi baterai, magnet permanen, dan berbagai aplikasi teknologi lainnya.
Pengelolaan Smelter Tambang Ilegal dan Dampaknya
Pemerintah Indonesia melalui Presiden Prabowo telah mengambil langkah tegas dengan menguasai enam smelter tambang ilegal di Bangka Belitung. Langkah ini juga merupakan upaya untuk menghentikan aktivitas tambang ilegal yang merugikan negara serta lingkungan. Dari sudut pandang ekonomi, keberadaan potensi tanah jarang tersebut membuka peluang baru yang besar untuk mengembangkan industri hilir tanah jarang di Indonesia.
Untuk melihat pendekatan pengelolaan sumber daya alam dan pentingnya legalitas dalam pengolahan tambang, pembaca dapat menyimak isi terkait dalam artikel Bongkar Kerugian Negara Capai Rp 300 T dari Tambang Ilegal, Prabowo Apresiasi Penegak Hukum yang mendalami dampak tambang ilegal terhadap negara.
Potensi Ekonomi dan Masa Depan Industri Tanah Jarang di Indonesia
Nilai monasit yang disebut mencapai hingga 200.000 Dollar AS per ton ini membuka cakrawala baru dalam pengembangan sektor tambang dan teknologi tinggi di tanah air. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia dapat menjadi pemain utama dalam pasar logam tanah jarang global yang saat ini sangat strategis untuk perkembangan teknologi, khususnya dalam bidang kendaraan listrik, elektronik, dan energi terbarukan.
Pengembangan potensi tanah jarang ini juga harus diimbangi dengan kebijakan berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan dan aspek sosial agar dampak negatif dari aktivitas tambang dapat diminimalkan. Keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan sektor swasta, menjadi kunci keberhasilan hilirisasi material ini.
Konteks Strategis dan Rencana Pemerintah
Langkah pengambilalihan smelter ilegal ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam Indonesia. Selain itu, hal ini juga menjadi katalis percepatan pembangunan industri hilir yang selama ini menjadi isu nasional dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan impor.
Bagi pembaca yang tertarik mengetahui lebih lanjut mengenai kebijakan pemerintah dalam optimalisasi sumber daya mineral, dapat melihat tulisan terkait Pemerintah Perluas Hilirisasi dan Nilai Tambah di 2026 yang membahas langkah strategis percepatan hilirisasi mineral nasional.
Kesimpulan
Pengungkapan potensi tanah jarang jenis monasit di Bangka Belitung oleh Presiden Prabowo menjadi berita baik sekaligus tantangan besar bagi Indonesia. Dengan nilai yang diperkirakan sangat tinggi serta potensi aplikasi teknologi yang luas, pengelolaan sumber daya ini harus mendapatkan perhatian serius agar memberikan manfaat optimal bagi perekonomian nasional.
Prediksi nilai monasit yang dapat mencapai 200.000 Dollar AS per ton membuka peluang besar bagi industri pertambangan dan teknologi berbasis mineral di Indonesia. Pada saat yang sama, penegakan hukum atas tambang ilegal memberikan sinyal positif dalam tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan.
Referensi terkait konteks pengelolaan tambang ilegal dan potensi ekonomi bisa disimak melalui artikel eksklusif Bongkar Kerugian Negara Capai Rp 300 T dari Tambang Ilegal.
Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi






