Proyek Surga Family Office Terbentur Tembok Purbaya

Jakarta (NUSAKITA) – Pemerintah Indonesia saat ini berada di persimpangan kebijakan ekonomi jangka panjang terkait proyek pembangunan family office yang diprakarsai oleh Dewan Ekonomi Nasional (DEN) dan didukung oleh tokoh politik seperti Luhut Binsar Pandjaitan. Namun, proyek ambisius ini menghadapi penolakan keras dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menolak penggunaan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pembangunan fasilitas tersebut, terutama yang direncanakan berlokasi di Bali.

Apa itu Family Office dan Ambisinya di Bali?

Family office merupakan lembaga pengelolaan kekayaan yang khusus dibuat untuk mengelola harta ultra high net worth individual (UHNWI). Konsep ini telah lama berkembang di pusat keuangan dunia seperti Singapura dan Hong Kong, di mana para miliarder mengelola kekayaannya secara privat dan profesional untuk memastikan kelangsungan aset lintas generasi. Indonesia, melalui DEN, berambisi menjadikan Bali sebagai pusat pengelolaan kekayaan internasional sebagai daya tarik investasi sekaligus pencipta lapangan kerja baru.

Penolakan Menteri Keuangan dan Argumentasinya

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersikap tegas menolak alokasi dana APBN untuk proyek family office ini. Ia menekankan bahwa dana negara harus diprioritaskan untuk program yang memberi manfaat nyata dan luas kepada masyarakat umum, bukan hanya segelintir elit ekonomi. Sikap ini mencerminkan keprihatinan terhadap tata kelola fiskal yang kredibel dan keberlanjutan anggaran negara.

Kritiknya mengangkat kekhawatiran soal potensi penyalahgunaan model family office, seperti penghindaran pajak dan pencucian uang, yang memang sering menjadi sorotan di negara dengan regulasi yang kurang ketat. Pemerintah harus memastikan regulasi yang kuat dan transparansi mutlak agar skema ini tidak menjadi beban fiskal atau

  • Related Posts

    PGN Dorong Penggunaan BBG Lebih Luas di Indonesia

    PT Perusahaan Gas Negara (PGN) melalui anak usahanya Gagas Energi Indonesia memperkuat layanan Bahan Bakar Gas (BBG) untuk kendaraan demi efisiensi energi dan lingkungan yang lebih ramah.

    Menteri Perang AS Ultimatum Iran: Pilih Cara yang Baik-baik atau yang Kasar!

    Sekretaris Perang AS, Pete Hegseth, memberikan ultimatum kepada Iran terkait blokade di Selat Hormuz dengan ancaman tindakan keras jika perundingan tidak disetujui.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    PGN Dorong Penggunaan BBG Lebih Luas di Indonesia

    PGN Dorong Penggunaan BBG Lebih Luas di Indonesia

    Tidak Benar Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel

    Tidak Benar Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel

    GEGER! SCALONI Tukangi MADRID? 😱 Saingi RONALDO, MESSI Beli KLUB SPANYOL πŸ€‘ TONEY Ke EVERTON? 😌

    GEGER! SCALONI Tukangi MADRID? 😱 Saingi RONALDO, MESSI Beli KLUB SPANYOL πŸ€‘ TONEY Ke EVERTON? 😌

    Pope Leo Ungkap Kekuatan “Revolusi Senyap” Umat Muslim & Kristen Jaga Perdamaian Dunia

    Pope Leo Ungkap Kekuatan “Revolusi Senyap” Umat Muslim & Kristen Jaga Perdamaian Dunia

    Menteri Perang AS Ultimatum Iran: Pilih Cara yang Baik-baik atau yang Kasar!

    Menteri Perang AS Ultimatum Iran: Pilih Cara yang Baik-baik atau yang Kasar!

    Israel Terus Serang Lebanon, Kemenlu Pastikan WNI Aman

    Israel Terus Serang Lebanon, Kemenlu Pastikan WNI Aman