Jakarta (NUSAKITA) β Anggota DPD RI, Jihan Fahira, menyuarakan pentingnya mengembalikan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sebagai program wajib di sekolah-sekolah Indonesia. Pernyataan ini disampaikannya saat melakukan sosialisasi inovasi Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) yang diinisiasi oleh Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., dari LEMHANAS RI. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Sabtu, 11 Oktober.
Pendidikan Moral Pancasila Kembali Diusung
Jihan Fahira, yang dikenal sebagai artis sinetron era 90-an sekaligus anggota DPD RI, aktif memperjuangkan agar Pendidikan Moral Pancasila bisa diterapkan kembali di seluruh sekolah di Indonesia. Ia menilai bahwa pendidikan karakter melalui Pancasila sangat krusial dalam membangun generasi muda yang berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Inovasi Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP)
Program Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP) merupakan inovasi yang digagas oleh Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., dari LEMHANAS RI. SLP bukan hanya sekedar mata pelajaran, melainkan bentuk laboratorium pendidikan moral yang mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata dalam kegiatan sehari-hari siswa.
Dengan pendekatan praktis dan kontekstual ini, siswa diharapkan tidak hanya menghafal nilai Pancasila, namun mampu memahami dan mengimplementasikannya dalam berbagai aspek kehidupan sosial dan bermasyarakat.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah
Selanjutnya, Jihan Fahira telah sukses menjalin kolaborasi dengan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam memperkenalkan program ini. Ia berencana menjumpai Gubernur Jawa Barat, Dedy Mulyadi, agar SLP dapat diterapkan di sekolah-sekolah di wilayahnya.
Harapan besar juga ditujukan kepada pemerintah provinsi lainnya agar dapat mengadopsi sistem Pendidikan Moral Pancasila ini secara luas, membentuk fondasi karakter bangsa yang kokoh dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah.
Urgensi Pendidikan Moral dalam Konteks Kebangsaan
Peran Pendidikan Moral Pancasila sangat penting dalam penguatan identitas bangsa dan pemupukan rasa cinta tanah air di kalangan generasi muda. Inisiatif ini menjadi jawaban atas tantangan modernisasi yang seringkali mengikis nilai-nilai luhur Pancasila.
Selain itu, Pendidikan Moral Pancasila merupakan instrumen strategis dalam mencegah penyebaran radikalisme dan meningkatkan toleransi antarwarga negara, sebagaimana diatur dalam konsep negara kesatuan Republik Indonesia yang bersumber dari Pancasila (Pancasila – Wikipedia).
Tinjauan Internal dan Tautan Relevan
Untuk pembaca yang ingin memahami lebih jauh tentang pendidikan karakter dan penguatan moral dalam konteks Indonesia, kami merekomendasikan artikel terkait seperti pembahasan nasionalisme dan pendidikan karakter yang pernah kami publikasikan.
Pengembangan program pendidikan seperti SLP ini selaras dengan semangat kebangsaan dan perkembangan kebijakan pendidikan nasional saat ini.
Harapan untuk Indonesia
Dengan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah provinsi dan lembaga pendidikan, Pendidikan Moral Pancasila diharapkan dapat kembali menjadi bagian esensial dalam kurikulum sekolah di seluruh Indonesia, memperkuat jati diri bangsa sekaligus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berbudi pekerti luhur.
Ini sekaligus menjadi langkah konkret dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang semakin kompleks dan penuh tantangan.
Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi






