Jakarta (NUSAKITA) β Dalam upaya mempercepat pemulihan pasca-bencana di beberapa wilayah Sumatera, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) melakukan inovasi dengan menerapkan skema penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) secara langsung kepada warga terdampak. Langkah ini dipastikan akan memudahkan masyarakat mendapatkan bantuan tanpa dibebani kendala administratif yang selama ini sering menjadi penghambat.
DTH dan Peran Penting Bank Himbara dalam Penyaluran Bantuan Pasca Bencana
DTH merupakan dana yang diberikan kepada korban bencana untuk membantu mereka sementara menunggu hunian tetap dibangun. Melalui program ini, warga tidak perlu khawatir tentang tempat tinggal jangka pendek setelah tempat tinggal mereka rusak atau hilang akibat bencana.
Strategi Jemput Bola untuk Efisiensi Penyaluran Dana
Skema ‘jemput bola’ yang dilakukan Himbara ini dirancang agar penyaluran Dana Tunggu Hunian dapat langsung sampai ke tangan warga tanpa hambatan birokrasi. Pendekatan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memastikan bahwa bantuan itu menjangkau seluruh warga yang berhak menerima, terutama di daerah-daerah terdampak seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, verifikasi penerima dana dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas tingkat RT, RW, hingga kecamatan agar proses administrasi berjalan lancar dan tidak memberatkan korban.
Tahapan Penyaluran DTH dan Pilihan Hunian Korban
Pemerintah saat ini masih melakukan rekapitulasi tentang proporsi kebutuhan kelompok korban antara Hunian Sementara (Huntara), Hunian Tetap (Huntap), dan Dana Tunggu Hunian (DTH). Hal ini disesuaikan dengan tingkat kerusakan rumah serta preferensi warga terdampak bencana.
Menariknya, tidak semua warga yang kehilangan rumah parah atau terdampak bencana memilih untuk tinggal di hunian sementara. Beberapa warga lebih suka menerima dana DTH untuk menyewa atau menumpang di sekitar wilayah asal mereka agar tetap dekat dengan lingkungan lama.
Verifikasi data penerima pun dilakukan dengan menggunakan data Dukcapil Kemendagri, sehingga kehilangan dokumen penting seperti KTP atau KK tidak menjadi kendala. Ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan yang ramah dan memudahkan warga terdampak.
Percepatan Pemulihan Pasca Bencana di Sumatera
Penyaluran Dana Tunggu Hunian secara langsung dan verifikasi data yang melibatkan petugas setempat merupakan strategi penting dalam mempercepat pemulihan pasca bencana. Dengan cara ini, warga terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan melanjutkan kehidupan normal secara bertahap.
Bencana alam yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat membawa dampak luas bagi warga yang kehilangan tempat tinggalnya. Pemerintah bersama Himbara dan BNPB berkolaborasi erat untuk mengatasi dampak tersebut dengan memberikan prioritas pada penyediaan dana tunggu hunian yang tepat sasaran.
Strategi ini mirip dengan pendekatan cepat tanggap dalam pemulihan pasca bencana yang dianut oleh banyak negara untuk mengurangi beban warga terdampak dan mempercepat kembalinya aktivitas sosial-ekonomi.
Referensi Terkait
- Polda Aceh Salurkan Bantuan Makanan Bergizi untuk Sekolah Terdampak Bencana
- BNPB Ungkap Penyebab Gempa Poso dan Dampaknya
*Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi*






