Jakarta (NUSAKITA) β Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak yang terletak di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada pekan ketiga Januari 2026. Proses ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dan akan dilakukan secara langsung oleh pemerintah guna menuntaskan proyek mangkrak yang telah lama menjadi perhatian.
Langkah Pemerintah Membongkar Tiang Monorel Mangkrak
Tiang-tiang monorel yang tidak berfungsi ini menjadi ikon dari proyek transportasi yang terhenti selama bertahun-tahun. Dengan dimulainya pembongkaran pada Januari 2026, Pemprov DKI Jakarta menunjukkan komitmennya untuk mengatasi proyek mangkrak demi mendukung penataan ulang kawasan Jalan HR Rasuna Said.
Tanggal dan Proses Pembongkaran
Menurut pernyataan dari Pramono di Jakarta pada tanggal 5 Januari 2026, pembongkaran akan dimulai pada minggu ketiga Januari dan akan berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Proses ini melibatkan pembongkaran tiang-tiang dari struktur monorel yang telah lama tidak beroperasi tersebut.
Pentingnya Pembongkaran Proyek Mangkrak
Pembongkaran tiang monorel mangkrak ini merupakan solusi nyata terhadap permasalahan infrastruktur yang tidak termanfaatkan. Infrastruktur monorel mangkrak tidak hanya mengganggu estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menjadi hambatan pembangunan kawasan sekitar. Proses pembongkaran ini akan membuka peluang untuk pengembangan infrastruktur baru sesuai dengan kebutuhan masa kini.
Monorel merupakan salah satu moda transportasi yang pernah dikembangkan untuk mengatasi kemacetan di ibu kota. Namun, proyek ini gagal terselesaikan penuh sehingga tiang-tiang monorel kini menjadi simbol proyek infrastruktur yang mangkrak. Informasi lebih lanjut tentang monorel dapat dibaca di Wikipedia Monorel.
Dampak Positif Penataan Kembali Kawasan Jalan HR Rasuna Said
Dengan hilangnya tiang monorel mangkrak, kawasan Jalan HR Rasuna Said akan mengalami perbaikan estetika dan peluang pengembangan ruang publik yang lebih baik. Penataan ulang kawasan ini bisa meningkatkan kenyamanan dan fungsi kawasan utama bisnis di Jakarta Selatan ini.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah melalui perbaikan tata ruang dan infrastruktur pendukung. Hal ini sejalan dengan usaha optimalisasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang sering menjadi fokus pemerintah daerah. Informasi lebih lanjut tentang Pajak Bumi dan Bangunan dapat ditemukan di Berita Terkini Pajak PBB Jakarta.
Keputusan Pramono dan Respons Publik
Pramono sebagai pejabat yang bertanggung jawab telah memastikan bahwa pembongkaran ini adalah langkah final untuk menyelesaikan masalah monorel yang mangkrak. Respons masyarakat terhadap rencana ini cukup positif karena dianggap sebagai upaya nyata dalam memperbaiki tata kota dan menghapus elemen-elemen yang tidak produktif.
Tindakan ini juga mencerminkan semangat pemerintahan daerah untuk berani mengambil langkah konkrit menghadapi kendala yang ada, tidak seperti studi kasus proyek mangkrak lainnya di berbagai daerah. Cerminan sikap ini sangat penting untuk perkembangan infrastruktur perkotaan yang berkelanjutan.
Untuk pembahasan terkait pembangunan dan penataan kota yang lebih luas, sebelumnya Nusakita telah membahas topik tata kota di posting Pemprov Jakarta Ubah Trotoar di TB Simatupang Jadi Jalur Kendaraan.
Informasi mengenai proyek transportasi dan tata kota penting bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan Jakarta, serta refleksi atas dinamika proyek infrastruktur. Tiang monorel mangkrak ini bukan hanya masalah fisik namun juga pembelajaran bagi perencanaan ke depan.
Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi






