Jakarta (NUSAKITA) β Anggota DPD RI, Jihan Fahira, mengungkapkan niatnya untuk melakukan pertemuan dengan Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), guna menjalin kolaborasi dalam menyosialisasikan inovasi pendidikan yang tengah digaungkan, yakni Sekolah Laboratorium Pancasila (SLP). Inovasi tersebut merupakan gagasan Dr. Ir. Hamry Gusman Zakaria, M.M., dari Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (LEMHANAS RI).
Inisiatif ini disampaikan Jihan Fahira dalam wawancara bersama VOI di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan pada Sabtu, 11 Oktober. Sekolah Laboratorium Pancasila sebelumnya telah dicoba di Ibukota, tepatnya di SMPN 28, Johar Baru, Jakarta Pusat, dan mendapatkan dukungan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Apa Itu Sekolah Laboratorium Pancasila?
Sekolah Laboratorium Pancasila adalah sebuah program pendidikan inovatif yang bertujuan untuk mengembalikan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila secara mendalam kepada peserta didik. Program ini dirancang sebagai respons atas hilangnya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) di kurikulum pendidikan formal Indonesia saat ini.
Inovasi ini menggunakan pendekatan laboratorium, yang memungkinkan siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan masyarakat.
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah Jawa Barat
Jihan Fahira, yang menjabat sebagai senator dari Provinsi Jawa Barat, merasa penting untuk membawa program inovasi SLP ke wilayahnya. Oleh karena itu, ia ingin bertemu langsung dengan Kang Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat, untuk mendiskusikan kerja sama dalam mengimplementasikan program ini secara luas di Jawa Barat.
Program ini diharapkan tidak hanya berhenti di Jawa Barat, tetapi juga bisa menjadi model pengembangan pendidikan bermuatan nilai Pancasila yang menyeluruh di seluruh Indonesia.
Respons dan Dukungan dari Gubernur dan Tokoh Pendidikan
Dukungan dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, terhadap program Sekolah Laboratorium Pancasila memberikan sinyal positif tentang prospek keberlanjutan inovasi pendidikan ini. Proyek yang difasilitasi oleh LEMHANAS RI ini bertujuan untuk mengisi kekosongan kurikulum PMP, yang selama ini menjadi tulang punggung pendidikan nilai kebangsaan bagi generasi muda.
Keberhasilan pelaksanaan di SMPN 28 Jakarta menjadi contoh nyata bagaimana SLP bisa berjalan efektif, sehingga dorongan untuk memperluas ke Jawa Barat dan daerah lain semakin kuat.
Pentingnya Pendidikan Moral Pancasila
Pendidikan Moral Pancasila sangat esensial dalam membentuk karakter dan integritas bangsa. Dengan hilangnya mata pelajaran PMP dalam kurikulum, banyak pihak merasa hal ini meninggalkan kekosongan besar dalam pendidikan nasional, yang berdampak pada pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda.
Untuk itu, inovasi seperti Sekolah Laboratorium Pancasila menjadi alternatif strategis untuk membumikan kembali nilai-nilai dasar negara Indonesia ini, sebagaimana dijelaskan dalam Pancasila.
Kesempatan Kolaborasi dan Tautan Relevan
Kolaborasi dengan pemerintah daerah sangat krusial untuk keberhasilan program pendidikan seperti ini. Sebagai referensi mengenai kolaborasi dalam pendidikan dan inovasi, pembaca dapat melihat artikel terkait sebelumnya tentang Pendidikan Pancasila dan Modernisasi yang mengupas tentang dinamika pembelajaran nilai kebangsaan di era kini.
Selain itu, artikel tentang inovasi pendidikan di Jakarta yang pernah kami terbitkan juga memberikan gambaran lebih detail implementasi program sejenis.
Harapan Pemerataan Pendidikan Nilai Pancasila
Jihan Fahira berharap bahwa Sekolah Laboratorium Pancasila tidak hanya menjadi program terbatas, tetapi juga dapat diadopsi secara nasional, menjangkau semua lapisan masyarakat di seluruh nusantara. Harapan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat karakter bangsa melalui pendidikan formal.
Dengan wadah seperti Sekolah Laboratorium Pancasila, nilai-nilai luhur negara dapat terus diwariskan dengan metode yang lebih aplikatif dan menarik bagi generasi muda masa kini.
*Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi VOI*






