Jakarta (NUSAKITA) β Gastroesophageal reflux disease atau yang lebih dikenal sebagai GERD ternyata menjadi masalah yang umum dialami kaum ibu saat masa kehamilan. Dalam sesi diskusi Good Talk Live, Dr.dr. Hans Tandra, Sp.PD-KEMD, Ph.D, FINASIM, FACE, FACP yang merupakan internist, endokrinologist, dan health motivator, mengungkapkan fakta-fakta penting mengenai fenomena ini, mengupas penyebab, dampak, serta cara mengatasinya dengan pendekatan yang sesuai kondisi ibu hamil.
Memahami GERD dan Hubungannya dengan Kehamilan
GERD adalah singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease, suatu kondisi di mana asam lambung naik kembali ke esofagus, menyebabkan sensasi terbakar atau nyeri di dada yang dikenal sebagai heartburn. Penyakit ini menjadi lebih sering terjadi selama kehamilan karena perubahan fisiologis dan hormonal dalam tubuh ibu yang mempengaruhi kerja sistem pencernaan.
Apa itu GERD?
GERD adalah gangguan pencernaan kronis yang terjadi ketika asam lambung sering naik ke esofagus. Kondisi ini biasanya menimbulkan gejala seperti rasa panas di dada, regurgitasi asam, hingga rasa tidak nyaman di tenggorokan. Sumber terpercaya untuk informasi terkait GERD dapat ditelusuri melalui Wikipedia Gastroesophageal Reflux Disease.
Mengapa GERD Sering Terjadi Saat Hamil?
Menurut Dr.dr. Hans Tandra, saat kehamilan, hormon progesteron meningkat yang menyebabkan relaksasi otot sfingter esofagus bagian bawah. Kondisi ini memudahkan asam lambung untuk naik kembali ke esofagus. Selain itu, tekanan dari rahim yang membesar pada perut turut memperparah timbulnya GERD. Faktor ini menjadi salah satu penyebab utama keluhan yang disebut sebagai ‘bestie’ ibu hamil selama masa kehamilan.
Dampak GERD pada Ibu Hamil
GERD yang tidak tertangani dengan baik dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman, mengganggu tidur, dan dapat berimbas pada kecemasan serta stres. Namun, ada kekhawatiran juga terkait pengobatan karena batasan obat-obatan selama kehamilan yang harus diperhatikan dengan ketat untuk menjaga kesejahteraan janin.
Cara Mengatasi GERD Saat Hamil
Dokter Hans Tandra menekankan pentingnya pendekatan non-farmakologis terlebih dahulu seperti mengubah pola makan, menghindari makanan pemicu seperti makanan pedas dan berlemak, serta makan dalam porsi kecil tapi sering. Posisi tidur juga berperan penting, disarankan untuk tidur dengan kepala lebih tinggi untuk mengurangi refluks asam lambung. Jika memang diperlukan, penggunaan obat-obatan aman selama kehamilan harus mendapatkan pengawasan ketat dari dokter.
Relevansi dan Sumber Internal untuk Pembaca
Kami juga mengajak pembaca untuk menelaah lebih jauh masalah kesehatan ibu dan keluarga melalui artikel terkait kesehatan lainnya yang telah dipublikasikan di NUSAKITA tentang osteoporosis, yang juga kerap muncul pada kelompok rentan. Artikel tersebut dapat memberikan gambaran penting dalam menjaga kesehatan jangka panjang keluarga.
Lebih jauh, informasi medis tentang GERD dapat dikaji melalui sumber terpercaya di Wikipedia GERD. Sementara itu, tips sehat dan motivasi gaya hidup juga dapat ditemukan melalui channel resmi Good Talk di Instagram yang juga menjadi penyelenggara live talk ini.
Penggunaan anchor link ke Wikipedia meningkatkan kredibilitas artikel dengan memberikan rujukan valid untuk pembaca yang ingin memperdalam pemahaman mereka tentang Gastroesophageal Reflux Disease.
Menempatkan pembahasan ini di kategori Berita Terkini memastikan informasi yang segar dan aktual tentang kesehatan ibu menyusui dan kehamilan dapat diakses secara mudah oleh pembaca.
Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi






