Warga Ukraina Ceritakan Detik-detik Serangan 650 Drone dan 3 Lusin Rudal Rusia

Jakarta (NUSAKITA) – Penduduk Kyiv, ibu kota Ukraina, merasakan langsung mencekamnya serangan udara besar yang diluncurkan oleh militer Rusia pada malam Senin hingga Selasa, 22-23 Desember 2025. Serangkaian serangan yang melibatkan lebih dari 650 drone dan tiga lusin rudal tersebut berlangsung secara masif dan menyebabkan korban jiwa serta kerusakan yang meluas jelang perayaan Natal.

Dalam insiden tragis ini, tercatat tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang anak berusia empat tahun. Peristiwa ini menggambarkan eskalasi dalam konflik yang tengah berlangsung antara Rusia dan Ukraina yang sudah memasuki fase kritis.
Serangan Drone dan Rudal Rusia dalam Skala Besar Serangan udara yang menggunakan drone dan rudal secara bersamaan ini memperlihatkan taktik militer terbaru yang semakin kompleks. Lebih dari 650 drone menjadi alat utama dalam serangan ini, disusul peluncuran puluhan rudal yang memperkuat tekanan militer Rusia. Kejadian ini menandai salah satu serangan udara terbesar yang pernah terjadi di ibu kota Ukraina, Kyiv.

Menurut laporan resmi dan kesaksian warga, serangan ini berlangsung tanpa henti dari malam hari hingga keesokan siang, mengguncang kehidupan warga sipil yang sedang bersiap menyambut Natal.
Kisah Tragis Warga Ukraina di Tengah Serangan Tetiana Yaroshenko, seorang pengungsi asal Zaporizhzhia yang kini berada di Kyiv, menceritakan detik-detik mencekam saat drone mulai melintas dan ledakan terjadi di dekat apartemennya. “Saya sedang duduk di apartemen saya, saya mendengar suara drone terbang dan drone itu sudah mendekat. Saya langsung menyadari apa itu dan melihat cahaya ledakan. Putri saya terlempar ke koridor akibat gelombang ledakan,” ujarnya.

Pernyataan serupa juga muncul dari warga lainnya yang menggambarkan ketakutan mendalam serta luka psikologis yang dialami saat serangan berlangsung, yang menambah tragisnya situasi konflik ini.
Dampak dan Implikasi bagi Ukraina dan Dunia Serangan besar ini tidak hanya meninggalkan dampak fisik berupa korban dan kerusakan infrastruktur, namun juga memberi tekanan besar pada komunitas internasional untuk mencari solusi atas konflik yang berkelanjutan. Hubungan geopolitik antara Rusia dan Ukraina semakin tegang, sementara negara-negara lain waspada terhadap eskalasi konflik yang dapat berimplikasi global.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai konflik Rusia-Ukraina, dapat dibaca di halaman Wikipedia mengenai Russo-Ukrainian War.
Konteks dan Referensi Terkait Topik serangan besar di Kyiv ini memiliki kemiripan dengan artikel berita terkini di situs Nusakita News, seperti “Istana Blak-blakan Isi Pertemuan Empat Mata Jokowi dan Prabowo” yang membahas dinamika politik dan keamanan yang juga penting dalam konteks geopolitik.

Selain itu, pembaca yang tertarik dengan perkembangan teknologi militer dan penggunaannya dapat melihat artikel terkait di kategori Teknologi & Inovasi Nusakita News.
Kesimpulan Serangan udara yang menggunakan 650 drone dan tiga lusin rudal oleh militer Rusia ke Kyiv memberikan gambaran nyata akan kompleksitas konflik di Ukraina yang terus meningkat. Dampak serangan yang menimbulkan korban jiwa, termasuk anak-anak, serta kerusakan infrastruktur menegaskan perlunya perhatian serius komunitas internasional terhadap perdamaian dan keamanan di kawasan tersebut.

Berita seperti ini memberi kita pengingat akan pentingnya upaya diplomasi dan solusi damai untuk menghindari penderitaan lebih lanjut bagi masyarakat sipil. Situasi ini juga memperkuat urgensi untuk terus mengikuti perkembangan geopolitik terkait Rusia dan Ukraina secara menyeluruh.
Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi
  • Related Posts

    Tidak Benar Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel

    Berita terbaru mengklarifikasi hoaks tentang tentara Iran yang konon memasuki wilayah darat Israel, fakta terungkap lewat cek fakta secara akurat.

    Pope Leo Ungkap Kekuatan “Revolusi Senyap” Umat Muslim & Kristen Jaga Perdamaian Dunia

    Paus Leo XIV memuji kolaborasi damai antara umat Muslim dan Kristen di Bamenda, Kamerun, sebagai contoh revolusi senyap menjaga perdamaian dunia di tengah krisis.

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    You Missed

    PGN Dorong Penggunaan BBG Lebih Luas di Indonesia

    PGN Dorong Penggunaan BBG Lebih Luas di Indonesia

    Tidak Benar Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel

    Tidak Benar Tentara Iran Masuk Wilayah Darat Israel

    GEGER! SCALONI Tukangi MADRID? 😱 Saingi RONALDO, MESSI Beli KLUB SPANYOL πŸ€‘ TONEY Ke EVERTON? 😌

    GEGER! SCALONI Tukangi MADRID? 😱 Saingi RONALDO, MESSI Beli KLUB SPANYOL πŸ€‘ TONEY Ke EVERTON? 😌

    Pope Leo Ungkap Kekuatan “Revolusi Senyap” Umat Muslim & Kristen Jaga Perdamaian Dunia

    Pope Leo Ungkap Kekuatan “Revolusi Senyap” Umat Muslim & Kristen Jaga Perdamaian Dunia

    Menteri Perang AS Ultimatum Iran: Pilih Cara yang Baik-baik atau yang Kasar!

    Menteri Perang AS Ultimatum Iran: Pilih Cara yang Baik-baik atau yang Kasar!

    Israel Terus Serang Lebanon, Kemenlu Pastikan WNI Aman

    Israel Terus Serang Lebanon, Kemenlu Pastikan WNI Aman