IHSG Tembus Rekor Baru! Saham CUAN dan CDIA Meroket di Sesi Penutupan Kedua
Jakarta (NUSAKITA) β Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan rekor tertinggi baru pada sesi pertama perdagangan Selasa, 7 Oktober 2025, mencapai level 8.182,63 sebelum akhirnya penguatan mulai terpangkas. Pada sesi tersebut, IHSG sempat menyentuh level intraday tertinggi di angka 8.217,046, menandai momen penting dalam dinamika pasar modal Indonesia.
Pergerakan Pasar dan Sektor Unggulan
Penguatan IHSG kali ini didominasi oleh sektor energi yang melonjak sebesar 2,59%, disusul oleh sektor infrastruktur yang naik 2,11%. Namun, beberapa sektor mengalami koreksi dengan sektor perindustrian turun 0,30% dan sektor properti melemah sebesar 0,27%. Tren positif ini menjadi cerminan adanya kepercayaan investor terhadap potensi pemulihan dan pertumbuhan di sektor-sektor strategis.
Kenaikan tajam ini juga didukung oleh aksi beli asing yang signifikan, tercatat net buy asing mencapai Rp 2,02 triliun pada hari Senin, menjadi penopang utama momentum positif pasar saham pada sesi berikutnya.
Lonjakan Saham Grup Barito
Saham-saham Grup Barito tampil impresif dengan CUAN melonjak 21,9%, CDIA naik 13,50%, dan PTRO menguat 2,80%. Lonjakan ini menjadi sorotan utama pelaku pasar karena dampaknya yang signifikan terhadap penguatan IHSG secara keseluruhan.
Performa cemerlang Grup Barito tidak terlepas dari sentimen positif seputar aksi korporasi, termasuk rencana ekspansi dan akuisisi strategis yang menyasar usaha transportasi laut, sebagaimana diungkap dalam berita terkait akuisisi dua perusahaan kapal laut oleh CDIA.
Saham Perbankan Big Caps dan Aktivitas Investor Asing
Selain Grup Barito, saham perbankan besar juga turut mengalami kenaikan dengan BBCA naik 0,33%, BMRI bertambah 0,47%, dan BBRI menguat 0,82%. Kinerja sektor perbankan menjadi indikator stabilitas dan kepercayaan terhadap perekonomian Indonesia secara luas.
Aksi beli besar dari investor asing menunjukkan betapa pasar modal Indonesia masih menjadi daya tarik utama, terutama dalam konteks global yang penuh ketidakpastian dan volatilitas. Fenomena ini mengingatkan pada sejarah panjang pasar modal di Indonesia, yang terus beradaptasi dengan dinamika global dan lokal (Bursa Efek Indonesia – Wikipedia).
Rekomendasi dan Prospek Pasar
Pakar pasar modal merekomendasikan sektor energi dan infrastruktur sebagai sektor yang patut diperhatikan oleh para investor di tengah momentum penguatan ini. Dinamika net buy asing jumbo menjadi faktor penting yang mendukung harga saham di sektor-sektor ini.
Melengkapi pemahaman Anda mengenai tren saham dan investasi, kunjungi artikel kami yang membahas analisis saham Adaro Energy dan sektor energi lainnya untuk melihat bagaimana sektor ini berperan dalam penguatan IHSG.
Penting untuk diingat bahwa meskipun IHSG mencatat rekor baru, pasar saham tetap rentan terhadap sentimen global dan kondisi ekonomi makro yang berubah. Oleh karena itu, investor disarankan untuk tetap melakukan riset dan analisa yang mendalam.
Bursa Efek Indonesia (BEI), yang menjadi pusat perdagangan saham di tanah air, terus melakukan inovasi dan pengembangan pasar demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Informasi lebih lanjut terkait aktivitas pasar modal Indonesia bisa diperoleh melalui berita terkini IHSG di Nusakita News.
Peningkatan signifikan saham CUAN dan CDIA serta kenaikan IHSG menjadi pertanda optimisme pasar terhadap potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal akhir 2025. Tentunya ini menjadi momentum yang harus dimanfaatkan oleh para pelaku pasar modal secara bijaksana.
Sumber: NUSAKITA, YouTube Channel resmi IDX Channel






